Thursday, June 25, 2009

Seminar Nasional Gerutas 25 Juni 2009


Seminar Nasional
PENINGKATAN MUTU DAN AKSES PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA 2009-2014
Gerakan Guru Berkualitas (GERUTAS-ICMI)
Bertempat di ruang prambanan hotel Sahid Jaya,Jakarta


Pers Release
Seminar Nasional
PENINGKATAN MUTU DAN AKSES PENDIDIKAN BERMUTU INDONESIA 2009-2014
Gerakan Guru Berkualitas (GERUTAS-ICMI)
Bertempat di ruang prambanan hotel Sahid Jaya,Jakarta

Dunia pendidikan Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan internal dan eksternal. Secara Internal Dunia Pendidikan dihadapkan pada sederet persoalan, seperti mutu,pemerataan, dan akses pendidikan bermutu bagi seluruh warga bangsa. Mutu pendidikan di satu daerah atau provinsi dibanding dengan daerah atau provinsi lain cendrung menunjukkan ketimpangan. Hal ini mempunyai kaitan erat dengan faktor-faktor, seperti kualitas tenaga pendidik (guru), sumber dan fasilitas, budaya akademis yang dibangun dalam lembaga pendidikan, kebijakan-kebijakan yang berkesinambungan. Masih ditemukan pada setiap jenjang pendidikan (SMP/SMA) banyak guru yang belum memenuhi standar (underqualified) dan salah kamar (mismatched teacher) terlebih di madrasah-madrasah (MTS dan MA). Oleh karena itu, menurut data OECD, peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dari guru bermutu (kompeten) masih sedikit atau belum seimbang dibandingkan dengan keadaan murid-murid di negara terkemuka.


Secara eksternal, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada dampak dari globalisasi. Globalisasi merupakan proses inkorporatisasi penduduk dunia menjadi satu warga masyarakat dunia (world citizen). Pendidikan Indonesia masih belum dapat bersanding dan bertanding sejajar dengan lembaga pendidikan negara lain dilihat dari beberapa parameter. Misalnya posisi (ranking) perguruan tinggi Indonesia di antara perguruan tinggi negara-negara di dunia atau Asia-Pasifik, prestasi belajar siswa dalam bidang sains dan matematika (TIMSS),program for International Students of Assessment (PISA), dan Human Development Index (HDI).


Keadaan pendidikan Indonesia seperti dipaparkan di atas terjadi karena
pemerintah telah mereduksi makna mutu dan akses pendidikan bermutu. Pemerintah mengukur mutu siswa hanya melalui ujian negara (UN); Pemerintah juga mereduksi mutu guru hanya pada program sertifikasi (yang pada prosesnya hanya rangkaian pengumpulan sertifikat-sertifikat); secara manajemen/kelembagaan, pemerintah memaknai mutu pendidikan hanya sampai pada label sekolah bertaraf internasional (SBI); Pemerintah tidak melihat mutu sebagai sebuah proses pembentukan karakter, sikap dan nilai yang harus dimiliki seorang siswa yang berpendidikan dan beradab; pemerintah juga mengabaikan proses penjaminan mutu sebagai syarat mutlak terlaksananya pendidikan bermutu di Indonesia, sehingga tidak terbentuk semangat sharing advantages antara sekolah satu dengan sekolah lainnya agar equity secara horizontal maupun vertikal serta equality dalam pendidikan terjadi; perlu adanya pembenahan peraturan pendidikan tidak pro mutu. Melalui program bantuan operasional sekolah (BOS) dan program sejenis lainnya, pemerintah sudah merasa dapat menggratiskan sekolah.


Dalam konteks akses pendidikan bermutu yang memenuhi prinsip keadilan,pemerataan dan kesetaraan sesuai amanat UUD 45, layanan pendidikan bermutu yang disediakan pemerintah melalui program internasional hanya dapat dinikmati oleh sekelompok waga bangsa yaitu anak-anak orang kaya atau pejabat tinggi. Hal ini tidak mengherankan, karena-menurut data SUSENAS 2001-biaya untuk sekolah seperti itu sukar dijangkau oleh anak-anak dari masyarakat golongan bawah; sistem seleksi tidak pro pada masyarakat yang kemampuan akses dan ekonominya serba terbatas; sekolah gratis tidak tepat sasaran. Penikmat sekolah gratis yang bermutu lagi-lagi hanya anak-anak orang kaya dan tinggal di kota-kota besar.


Untuk memperbaiki mutu dan akses pendidikan bermutu di Indonesia, Gerakan Guru Berkualitas (GERUTAS ICMI) mengusulkan kepada calon presiden terpilih periode 2009-2014 empat (4) program perbaikan mutu pendidikan,yaitu :


  1. Professional Development Plan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemapuan dan kapasitas guru yang terarah,terencana dan berkesinambungan. Selain itu, semangat penumbuhan kultur membaca dan menulis di kalangan guru harus ditingkatkan.
  2. Pemanfaatan data dalam setiap pembuatan program dan kebijakan pendidikan agar tidak salah arah dan sasaran.
  3. Pemanfaatan standar yang menjadi rujukan mutu pendidikan nasional maupun internasional sebagai proses menuju Glocalization.
  4. Merancang anggaran pendidikan yang pro mutu. Anggaran pendidikan harus dirancang berdasarkan variabel-variabel penentu mutu pendidik, yaitu guru melalui peningkatan kesejahteraan, pembentukan kultur sekolah, kegiatan belajar, sarana dan prasarana seperti perpustakaan dan laboratorium, professional development plan dan sebagainya.


Demikianlah usulan perbaikan mutu dan akses pendidikan bermutu di Indonesia, Gerakan Guru Berkualitas (GERUTAS ICMI). Semoga bermanfaat.


Jakarta, 25 Juni 2009




GERUTAS ICMI





Keynote Speaker :
Prof.Dr. Ginandjar Kartasasmita
(Ketua DPD)



Laporan panitia penyelenggara oleh
Prof.Dr.Nanat Fatah Natsir
(Rektor UIN Bandung)


Pembicara :
Prof.Dr.Hamid Hasan (Pakar Pendidikan UPI)


Prof.Dr.Husni Rahim (Ketua Gerutas)

Syamsir Alam, MA (Deputi Riset dan Kajian Gerutas)

Tim sukses Capres dan Cawapres

pada kegiatan ini GERUTAS ICMI mengundang ketiga pasang CAPRES/CAWAPRES, mengingat padatnya jadwal kampanye hanya pasangan CAPRES/CAWAPRES JK-Wiranto yang hadir. Itupun dengan diwakilkan oleh anggota tim suksesnya
Diwakili oleh Dr.Abdu Malik tim sukses JK-WIN.

Moderator :
Fuad Fachruddin,Ph.D (Direktur Gerutas)


Turut dihadiri oleh :
Dr.Sugiharto (Mantan Menteri BUMN),
Dr.Baedowi (Dirjen PMPTK DIKNAS),
Dr. Syarif Hidayat (mantan Sekjen DIKNAS),
Prof Arifin (Wakil Ketua Komisi 10 DPR).


Peserta seminar ini diperkirakan 200 orang berasal dari berbagai kalangan :

  1. MPR/DPR/DPD/DPRD

  2. Capres dan Cawapres beserta Tim Sukses

  3. Partai Politik

  4. Pengurus ICMI

  5. Gubernur

  6. Dinas Pendidikan

  7. Universitas/Sekolah

  8. Ormas Pendidikan, Ormas Islam

  9. Organisasi Guru/Aliansi Guru

  10. Media Cetak dan Elektronik

  11. Masyarakat Pendidikan



Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya Seminar Nasional ini dengan lancar, terutama kepada :




No comments:

Post a Comment